Dampak Kaum Milenial Dengan Hadirnya Cashless Society

Menggunakan uang tunai mungkin sudah hal yang lumrah bagi kaum milenial. Mengingat era digital yang makin merambah dunia membentuk suatu pola yang dimana semua orang dapat mengakes pembayaran dalam bentuk uang elektronik

Mode gaya transaksi seperti ini bisa dikatakan dengan Cashless Society yaitu masyarakat yang ingin mendapatkan segala sesuatunya dengan cara praktis. Istilah tersebut muncul karena fenomena masyarakat yang cenderung lebih memilih uang digital dibandingkan uang fisik.

Khususnya di tahun 2019, istilah Cashless Society tidak luput dari pro kontra masing-masing pihak. Hal tersebut tentu akan berdampak pada target pasar yang bisa dikatakan belum upgrade dengan perkembangan di jaman sekarang. Tetapi kembali lagi kepada kebutuhan terutama para kaum milenial yang menginginkan sesuatu yang cepat dan mudah didapat.

Cashless Society memang memiliki hubungan yang era dengan digitalisasi. Apalagi para kaum milenial yang sekarang hidup ditengah internet of things

Lalu, dampak apa saja yang muncul dengan kehadiran Cashless Society ?

  • Enggan menggunakan dompet tebal

Dompet tebal dalam konteks ini dimaksudkan adalah para kaum milenial tidak terlalu suka untuk membawa uang tunai dalam jumlah banyak di dalam dompet mereka. Mereka lebih menyukai untuk membawa uang seperlunya saja seperti hal nya ketika ingin membayar tiket parkir

Dalam hal penyimpanan, dompet tebal bisa dikatakan tidak praktis terutama jika Anda menyimpannya di tas kecil atau di saku celana Anda. Survey mengatakan di bulan Mei 2019, bahwa terdapat 80 persen orang yang menggunakan dompet tipis untuk berpergian dan sekitar 15 persen lainnya tidak memiliki dompet dan tidak dibawa saat berpergian. 

  1. Gadget merupakan solusi andalan dalam bertransaksi

Para kaum milenial berpikiran bahwa membawa gadget saat berpergian sudah cukup karena dapat menampung uang digital yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Tidak dapat dipungkiri, mereka banyak menggunakan pembayaran non tunai yang dikarenakan cepat dan akurat

Apalagi dengan kartu debit yang kian memudahkan dalam bertransaksi karena sekali gesek, barang akan masuk kedalam kantong!

  1. Mobile & Internet banking dianggap sudah ketinggalan jaman

Pada awalnya gaya transaksi menggunakan internet banking dianggap efektif karena memudahkan seseorang untuk tidak pergi ke ATM / Bank saat melakukan transaksi. 

Namun seiring dengan pesatnya perkembangan jaman, dua cara tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan konsumen terutama kaum milenial. Hal tersebut disebabkan karena munculnya e-money / e-wallet 

Produk keuangan terbaru itu memberikan beberapa benefit diantaranya yaitu Anda tidak perlu untuk membawa token dan mengingat password guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.